Monday, January 25, 2016

Resesi ekonomi berlanjut?

Coffee morning pagi ini, saya dapat info yang semakin meyesakkan.
ekonomi dunia semakin terpuruk. Minyak di berapaa jurnal asing diprediksi bisa turun sampai $10 per barrel, mining kuga sangat terpuruk.....
Di indonesia,  sendiri,  bensin sudah diturunka pemenrintah beberapa kali,  tapi daya beli masyarakat tidak juga membaik.
patria yang bergerak di mining yang katanya bisa mebuat sampai 300 dum truck, sekranag,  satu pun gak ada yg order.
hitachi yang juga bdrgerak di bida
g mining juga begitu,  memangkas karyawannya dari 1600 menjadi hanya 200 orang,.. schlumberger,  juga memangkas karyawannya sampai 20000 di seluruh dunia karena harga minyak yang semakin turun.
perusahaan perusahaan besar juga demikian,  bahka sampai mengurangi karyawannya sapai diatas 50%.

oh...., seoga politik dan ekonomi oni cepat membaik...

Salju di jazirah arab

Bismillah
Mendapat info dari sahabat di Mekah kemarin siang..

Salju turun di pertengahan highway antara Mekah & Madinah.

Dunia sudah di penghujungnya.
Mari kita persiapkan perbekalan sebaik-baiknya.......
.
.
Salju adalah merupakan sumber komponen utama bagi terbentuknya tumbuhan, sungai di dunia. .
Saat ini berdasarkan penelitian sains, di Jazirah tanah tandus Arab tidak terkecuali di Tabuk, Palestina bahkan di gurun Sahara sudah mulai dipenuhi dengan tumbuhan hijau dengan turunnya hujan salju.
.
. “Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai" (HR Muslim)

Berdasarkan penelitian Profesor Alfred Kroner, seorang ahli Geologi terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany - dia mengatakan bahwa Era Salju Baru (New Snow Age) saat ini telah dimulai, sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. .
Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.

Syaikh Syuraim - Imam Masjidil Haram mengatakan, salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai dan tumbuhan.
Berjatuhannya salju di Jazirah Arab membuktikan kebenaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. .
.
Dalam sebuah hadits,
Rasulullah bersabda, “Hari Kiamat baru akan datang setelah negeri Arab kembali menjadi padang yang hijau dan sungai-sungai.” Beliau juga menyebutkan bahwa baru-baru ini salju telah turun di daerah Tabuk.
Hal itu mengingatkan sabda .
.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Muadz saat perang Tabuk, “Kalau umurmu panjang, maka engkau akan melihat tempat ini penuh dengan kebun-kebun.” .
.
Mari..bertobat sebanyak..banyak..nya..mumpung masih ada waktu....

Menyimpan postingan whatsapp

copas dari grup whatsapp

Spering kita tdk save postingan yg mnrt kita bagus , tapi suatu ketika kita butuh ..... nah gimana tuh kita carinya ..... akhirnya minta lagi aja deh  ..... nih sekarang ada caranya .... 😊

Info menarik nih...
Sekarang di WA bisa menyimpan "Pesan Berbintang" (Starred Messages)

Apa itu pesan berbintang ⭐?

Klo kita tekan lama pesan2 di WA kn akan muncul icon2 yg fungsinya untuk;
》meneruskan
》menyalin
》menghapus
》info pesan
》pesan berbintang
Nah icon bintang ⭐ ini brfungsi menyimpan smw pesan2 yg kita bintangi jadi skrg sangat mudah mencari info yg kita butuhkn krn smw pesan yg sudah kita tandai dgn bintang akan tersimpan dn terkumpul jadi satu di pesan berbintang.

Sudah tahu caranya??
Langkahnya sangat mudah, cukup;

》Tekan lama pesan yg mau kita pilih.. 1 atau bbrp pesan sekaligus..
(Misalnya pesan yg isinya info kesehatan)
》Pilih icon bintang ⭐ (lihat di bagian atas paling kiri)
maka pesan akan otomatis trsimpan di Pesan Berbintang.

Bagaimana cara melihat pesannya??

untuk melihat semua pesan yg kita simpan keluar ke tampilan utama lalu pilih menu/ setting, akan muncul menu2 pilihan, yg kalo dlm bhs Indonesia spt ini :
》Grup baru
》Siaran baru
》WhatsApp Web
》Pesan Berbintang
》Status
》Setelan
Nah pilih Pesan Berbintang ⭐ maka akan terbuka ruangan dimana semua pesan2 yg sdh kita bintangi tersimpan rapi sesuai urutan simpan sebelumnya.

Jadi skrg sangat mudah untk mencari info2 penting seperti info acara,  undangan, daftar harga, info produk, info kesehatan dll.

Tinggal bintangi sja pesan maka nanti akan mudah dicari/dilihat kembali di pesan berbintang.
Selamat mencoba..
Semoga bermanfaat

Friday, January 15, 2016

Offroad and team game

16 Jan 2016
Ini sebenarnya acara tram,  dan kami menginap di villa jadul dekat lemban bandung,.
Hari pertama kami isi dengan meeting dan conference,  dan hari ke dua adalah hari offroad dan game
Di medan offroad,  ki berhenti untuk game
Game pertama adalah hitungan 1. 2. Bum4 5 bun dan seterusnya dimana bun harus melompat,   dan ternyata game ini sulit bagi tim karena banyak yang salam hitung,  salah sebut bun...
Permainan kedua "siap,  1,2,3,4
Dan game 3 adalah dor untuk nama negara

Monday, January 4, 2016

Booking on line

2 Jan 2016
Saya booking tiket untuk ke jakarta melalui aplikasi on line...,  namun sesuatu terjadi secara tiba tiba pada saat saya mau bayar,  tampilan screen menampilka. Jumlah yang lain,  dan info bahwa tarif baru saja berubah,  bla bla bla.... , saya harus menambah sekitar Rp 300rb
Saya pikir,  masalah seperti ini sangat  klasik,  dan kenapa pihak penyelenggara/agen online tidak mempertahankan harga tiket sampai pembayaran selesai....,  hal yang tidak pernah saya alami jika memasang lansung tiket online melalui web maskapai penerbangan bersangkutan.....

Saturday, January 2, 2016

Pantai Bira

1 Jan 2016
Pada tanggal ini,  kami sekeluarga, juga dengan beberapa handai taulan,  berangkat menuju pantai yang terkenal dengan pasir putihnya., pantai bira,  yang terletak di kabupaten bulukumba, sulawesi selatan.
Saya berangkat dari rumah di kecamatan kajang, tepatnya di raowa,  dan menuju ke pantai bira pada pukul 9:30 pagi,  dan sampai sekitar pukul 11:30 siang.
Dalam perjalan,  saya singgah untuk membeli bekal,  untuk keluarga (ada 2 mobil) di indomaret yang letaknya kira kira sekitar 2 kilometer dari pantai bira...
Singkat cerita,  saya masuk denga membayar Rp 100rb, yang saya yakin petugasnya asal tebak atau asal minta,  karena mobil yang satunya hanya bayar Rp 40rb.
Memangsih,  anak anak bayarnya Rp 5rb, dewasa tiketnya Rp 15rb.
Setelah melalui gerbang tiket,  kamibterus masuk,  dan sangat terasa,  suasana tahun baru 2016 masih sangat kental.  Dan ini munhkin yang menjadi sorotan saya kali ini, di pantai bira.
Macet : Macet sudah mewarnai suasana pantai,  dimana mobil sangat susah bergerak. Banyak motor dan jalanan terasa sangat sempit.  Apalagi,  ada beberapa kendaraan berhenti atau bahkan parkir tidan beraturan di ruas jalan masuk...
Parkir : Parkir juga sangat sulit di cari,  apalagi lokasi parkir yang sangat tidak tertata. Ada beberapa lokasi tidak bisa dipakai kendaraan umum,  karena kata petugas milik hotel..,  mengemudi ke lokasi parkir membuat deg degan,  karena sangat sempit, dimana antara mobil yang berpapasan jaraknya sangat sempit bisa keserempet..,  jadi yang bawa mobil rental baru harus extra hati hati..,
Saya kemudian parkir di tempat dengan parkir yang kebetulan dapat tempat kosong,  tapi tempat ini seperti saya sebutkan diatas,  sangat tidak teratur.  Jadi ketika parkir,  kunci mobil harus dititip ke petugas parkir(bagi saya ini bisa menjadi kekurangan fatal,  yang seharusnya segera di perbaiki) ,  karena jika tidak mobil lain bisa jadi tidak bisa keluar,  atau tidak bisa parkir.
Bayaran parkirpun yang seharusnya gratis,  karena sudah masuk di tiket?  Tapi ujung ujungnya harus dibayar Rp 20rb.

Suasana pantai : Suasana pantai juga terasa begitu sangat ramainya,  dan ini mungkin yang menjadi penyebab kenapa pantainya terlihat tidak terawat. Saya juga merasa kurang sreg,  karena kelihatannya beberapa orang dengan bebas mengkomsumsi minuman pemabuk,  yang jika betul betul mabuk bagaimana jadinya....? Sementara saya melihat tidak ada orang khusus yang bisa menangani ini....
Tempat berteduh yang ada jelas sekali terlihat sangat kumuh,  tapi tidak ada pilihan lain bagi saya,  karena saya sebenarnya ingin mengambil tempat yang agak tinggi,  tapi ternyata itu milik penginapan,  dan kebetulan tidak buka pada tgl 1 januari 2016.
Tidak ada petugas khusus seperti yang anda bisa saksikan di film baywatch,  jadi hati hati,  jangan sampai anda atau anak anak anda ada yang tenggelam, 
Sebelum memasuki daerah pantai,  banyak juga yang menjajakan souvenir,  mulai dari kaos dengan tulisan Bira Beach,  atau pakaian santai dengan label "bira" Souvenir dari kerang juga banyak tersedia,  harga mulai Rp 2rb5rts.
Saya beli gantungan kunci dari kerang Rp 10rb untuk 4 biji.  Saya juga beli rangkaian karang dan kerang yang harganya mulai Rp 5rb, tergantung besarnya dan rumitnya pengerjaan.

Berenang : anak anak saya begitu senangnya bisa berenang,  dan komen pertamanya " airnya asing" saya bilang memang sayang karena ini laut... 
Anak saya juga sempat merasa kurang nyaman karena matanya terpercik air...,  dan sedikit perih karena kena air asin,  yang tentu sangat beda jika hanya air biasa.
Yang mengejutkan bagi saya,  pantai putih yang indah ini, ternyata penuh batu batu besar dan ada beberapa yang tajam.  Jarak aman yang saya perhatikan hanya sekitar 10 meter dari bibir pantai.  Setelah itu akan banyak batu.  Anak saya yang telanjang kaki mengalami luka karena batu batu tersebut. Karena saya merasakan tajamnya batu batu tersebut, saya kemudian pake sandal gunung untuk turun bermain air dipantai menjaga anak saya yg belum pintar berenang..., tapi saya juga mengalami luka karena menginjak batu besar yang kemudian batunya terguling dan bagian tajamnya mengenai kaki saya.

Permainan lain : selain berenang,  berendam,  bermain air, juga terlihat banana boat dan perahu untuk diving.  Tapi sangat menyesal,  saya tidak kepikiran untuk menanyakan biaya dan sejenisnya untuk referensi...

Jam 2 atau sekitar jam 3, kami bergegas pulang.  Saya pikir cukuplah untuk saat ini.
Tentu, setelah berenang,  kami semua ingin mandi,  tapi lagi lagi,  tidak ada tempat mandi dan ganti pakaian yang memadai....,  kami harus membayar air  Rp 10rb untuk 1 ember,  dan ruangan yang ada juga boleh dibilah asal asalan...
Sya akhirnya tidak mandi,  dan menunggu sampai dirumah...., ya karena kondisi yang saya sebutkan diatas...

Dari perjalan ini saya melihat ini adalah pantai milik warga sekitar, dimana lahan dikuasai oleh perorangan,  mulai dari parkir,  tempat berteduh,  tempat mandi....yang ujung ujungnya semua menjadi tidak teratur,  karena dimiliki oleh orang yang berbeda....

Semoga tulisan kecil bermanfaat bagi yang butuh informasi mengenai bira,  dan semoga bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah setempat untuk di kelola dengan lebih baik dan profesional...