Tuesday, September 19, 2017

Sebuah kisah

ANOTHER STORY ..............

.............Ade Irma Suryani Nasution, lahir pada tgl 19 februari 1960 dan wafat pada tgl 6 oktober 1965 pada usia 5 tahun.Ia adalah Putri bungsu Jendral Abdul Haris Nasution dan Ade Irma Suryani Nasution terbunuh dalam peristiwa G 30 S/PKI oleh Pasukan Cakrabirawa yang berusaha untuk menculik Jendral Abdul Haris Nasution.
Ade tertembak ketika berusaha menjadi perisai Ayahandanya.

..............Lettu Piere Andrieas Tendean wafat saat diculik oleh pasukan G 30 S/PKI di kediaman Jendral Abdul Haris Nasution.Lettu Piere Andrieas Tendean sedang tidur diruang belakang rumah Jendral Nasution, suara tembakan membuatnya terbangun dan lari ke bagian depan rumah,Sementara gerombolan PKI sudah kelabakan karena tidak menemukan Jendral Nasution yang sudah sempat melarikan diri dan Lettu Piere Tendean bertemu dengan PKI dan mengaku sebagai Jendral Nasution,hal tersebut dilakukan untuk melindungi atasannya.
Esoknya ia ditemukan bersama 6 Perwira lainnya telah menjadi mayat disatu sumur tua di daerah lubang buaya.
Ke 7 Pahlawan tersebut akhirnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta.😭😭😭😭

---------------------------------------

Tgl 31 Oktober;1948 :
Muso di Eksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH.Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

Akhir November 1948 :
Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil di Bunuh atau di Tangkap, dan Seluruh Daerah yg semula di Kuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.

Tgl 19 Desember 1948 :
Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

Tahun 1949 :
PKI tetap Tidak Dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

Awal Januari 1950 :
Pemerintah RI dgn disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi Para Korban.
Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 Kerangka Mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 Kerangka Mayat yg semuanya berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

Tahun 1950 :
PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.

Tgl 6 Agustus 1951 :
Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yg ada.

Tahun 1951 :
Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

Tahun 1955 :
PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

Tgl 8-11 September 1957 :
Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang–Sumatera Selatan Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasinya tapi ditolak oleh Soekarno.

Tahun 1958 :
Kedekatan Soekarno dgn PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.

Tgl 15 Februari 1958 :
Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontak kan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.

Tanggal 11 Juli 1958 :
DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

Bulan Agustus 1959 :
TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.

Tahun 1960 :
Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dgn demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

Tgl 17 Agustus 1960 :
Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang "PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)" dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

Medio Tahun 1960 :
Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dgn keanggotaan mencapai 2 Juta orang.

Bulan Maret 1962 :
PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

Bulan April 1962 :
Kongres PKI.

Tahun 1963 :
PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dgn Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.

Tgl 10 Juli 1963 :
Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

Tahun 1963 :
Atas Desakan dan Tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH.Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH.Isa Anshari, KH.Mukhtar Ghazali, KH.EZ.Muttaqien, KH.Soleh Iskandar, KH.Ghazali Sahlan dan KH.Dalari Umar.

Bulan Desember 1964 :
Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

Tgl 6 Januari 1965 :
Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.

Tgl 13 Januari 1965 :
Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.

Awal Tahun 1965 :
PKI dgn 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

Tgl 14 Mei 1965 :
Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

Bulan Juli 1965 :
PKI menggelar Pelatihan Militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dgn dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.

Tgl 21 September 1965 :
Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

Tgl 30 September 1965 Pagi :
Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

Tgl 30 September 1965 Malam :
Terjadi Gerakan G30S/PKI atau disebut jg GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : PKI Menculik dan Membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT.Haryono, Letjen S.Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. PKI jg menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yg sedang bertugas menjaga Rumah Kediaman Wakil PM Dr.J.Leimena yg bersebelahan dgn Rumah Jenderal AH.Nasution. PKI jg menembak Putri Bungsu Jenderal AH.Nasution yg baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi Perisai Ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhir'y wafat pd tanggal 6 Oktober 1965.
G30S/PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu :
- Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain :
Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief.
Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi.
Angkatan Udara : Men/Pangau Laksda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.

Tgl 1 Oktober 1965 :
PKI di Yogyakarta jg Membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil Alih Kekuasaan.

Tgl 2 Oktober 1965 :
Letjen TNI Soeharto mengambil alih Kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.

Tgl 6 Oktober 1965 :
Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha Melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

Tgl 13 Oktober 1965 :
Ormas Anshar NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.

Tgl 18 Oktober 1965 :
PKI menyamar sebagai Anshar Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshar Kecamatan Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshar Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa/Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.
Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshar yg dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

Tgl 19 Oktober 1965 :
Anshar NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

Tgl 11 November 1965 :
PNI dan PKI bentrok di Bali.

Tgl 22 November 1965 :
DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.

Bulan Desember 1965 :
Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

Tgl 11 Maret 1966 :
Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.

Tgl 12 Maret 1966:
Soeharto melarang secara resmi PKI.

Bulan April 1966:
Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

Tgl 13 Februari 1966 :
Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tdk ada partai yg Pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI”

Tgl 5 Juli 1966 :
Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS–RI Jenderal TNI AH. Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

Bulan Desember 1966 :
Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pd tahun 1967.

Tahun 1967 :
Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.

Bulan Maret 1968 :
Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 (enam puluh) Orang NU tewas dibunuh.

Pertengahan 1968 :
TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI. Dari tahun 1968 s/d 1998 Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di Seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.

Dari tahun 1998 s/d 2015
Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yg dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN Pejuang Kemerdekaan RI.
Sejarah Kekejaman PKI yg sangat panjang, dan jgn biarkan mereka menambah lg daftar kekejamannya di negeri tercinta ini..

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua.

Aamiin yaa robbal aalamiin..

Monday, September 18, 2017

Keresahan Umar bin Khattab terrhadap Aabu Bakar

Suatu hari Umar Bin Khattab Alfaruq mengadu kepada Rasulullah saw akan sahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq yang mengganggu pikirannya.

Umar berkata:
"Wahai Rasulullah, ijinkan aku mengungkapkan keresahan hatiku akan apa yang telah Abu Bakar lakukan terhadap diriku."

Dengan lembut Rasulullah menjawab:
"Damaikan terlebih dahulu hatimu sahabatku, lalu teruskan maksud hatimu"

Setelah tenang, Umar kembali berkata:
"Suatu waktu, Abu Bakar bertemu dengan ku, akan tetapi dia tidak langsung memberi salam kepadaku, dia menunggu aku yang terlebih dahulu mengucapkan salam kepadanya. Aku tidak tahu apa salahku padanya."

Rasulullah SAW tidak ingin masalah ini mengganggu persahabatan diantara kedua sahabat yang sangat dicintainya ini. Maka Rasulullah pun meminta Abu Bakar dihadapkan bersama agar dapat menjelaskan perihal yang sebenarnya.
Dan ketika Abu bakar hadir ditempat, maka Rasulullah pun bertanya kepada dirinya akan prasangka kerenggangannya dengan Umar.

Maka Abu bakar pun menjawab dengan jawaban santun penuh kasih sayang yang membuat tangis seisi ruangan. 

Katanya:
*"Wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Engkau bersabda:*

*"Bahwasanya orang yang lebih dahulu mengucapkan salam kepada saudaranya,  maka Allah akan membangunkan untuknya satu istana di dalam syurga".*

Maka aku ingin istana tersebut menjadi miliknya Umar Bin Khattab sahabatku tercinta"

Maka Umar pun menangis mendengar jawabannya dan memeluk erat sahabat mulianya itu.

Yaa Allah berikanlah kepada kami sahabat seperti mereka wahai dzat yang maha mulia. Aamiin...

Al-Hasan al-Bashri:
"Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki Syafa’at pada hari kiamat nanti."

Abul Hasan as-Sadzili:
"Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada Allah, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab yang menjauhkan kamu dari Allah."

Catatan ini untuk sahabat dan saudara dalam kebaikan ku yang tak pernah lelah menebarkan kebaikan dan kedamaian walau dihantam kerasnya ombak cemoohan disana-sini.

Semoga kita bisa menjadi sahabat dan saudara yang *Saling mengasihi, Saling menasehati dan Saling menjaga kehormatan*, Aamiin...
  

Friday, September 15, 2017

Thursday, September 14, 2017

Pajak atas barang import

Pajak atas import barang akan dikenakan  3 jenis pajak, Yakni :

1.Bea masuk (bm)...% tase nya tergantung jenis barangnya  dan pedomannya berdasarkan HS code yg sudah ada tabel nya.

2. Pph 22 pajak penghasilan besarnya 0.25% sd 0.75% apakah anda izin API (angka pengenal impor).

3 Ppn (Pajak Pertambahan Nilai) 10 %.

Dan apabila barang yang anda bawa itu dalam kategori barang mewah maka ada tambahan pajak barang mewah, tarif nya bervariasi tergantung jenis nya. oleh sebab hati hati atas pajak tersebut.

Semoga bermanfaat 🙏🏼

Thursday, September 7, 2017

Telkomsel

LAYANAN TRANSAKSI PERBANKAN DIMANA SAJA, Akses langsung *141#,bisa cek saldo,transfer uang,beli token listrik,bayar kartuHALO dan  transaksi lainnya.

Saturday, August 26, 2017

BETAPA DAHSYATNYA MAKANAN HARAM

*BETAPA DAHSYATNYA MAKANAN HARAM.*

Kisah dari Syeikh Abdullah Al-Madaniyah

Ada seorang pemuda tawaf 1000 x, pemuda ini tidak mencolok dimata orang awam, tapi dimata Syekh Abdullah sangatlah mencolok, setiap hari pemuda ini diperhatikan oleh Syekh Abdullah sembari menghitung dan Subhanallah ... tawafnya pemuda ini 1000 x

Lalu Syekh Abdullah mendekati pemuda ini dan berkenalan, kemudian mengajak pemuda ini kerumah.

Pemuda ini seorang yang alim, tak ada yang curiga, ia selalu berhusnuzhzhon kepada Syekh Abdullah.

Syekh Abdullah pun menguji pemuda ini dengan makanan berperkara syubhat, pemuda ini pun menyantap makanan yg diberikan Syekh Abdullah, esok harinya pemuda ini tawaf, apa yang pemuda ini dapatkan? Ternyata pemuda tersebut tak mampu tawaf 1000 x melainkan hanya dapat 150 x saja.

Syekh Abdullah kembali mengajak pemuda ini kerumahnya​, beliau kembali menguji pemuda tersebut dengan memberikan makanan perkara perkara haram, pemuda tersebut tak merasa curiga, hanya akhlaknya merosot jauh, ia lebih suka marah marah, sholat pun tak tepat waktu, pemuda ini pun mencoba tawaf.

Tapi apa yang pemuda ini dapatkan ... ? Ia tak mampu tawaf 150 x, ia hanya mampu tawaf 3 x dan itupun sambil malas malasan.

Syekh Abdullah pun mendekati pemuda ini, kali ini bukan menguji pemuda tersebut, melainkan mengobati pemuda tersebut dengan memberikan makanan perkara halal, dan Subhanallah ..., pemuda ini kembali tawaf dan mampu melakukan tawaf 200 x, dan seterusnya volume tawafnya selalu bertambah hingga 1000 x ketika Syekh Abdullah memberikan makanan perkara halal.

Akhirnya Syekh Abdullah berkata kepada pemuda tersebut, "Wahai hamba yang shalih, maafkan aku, sesungguhnya aku ingin mengujimu karena rasa kagumku kepadamu yang mampu tawaf 1000 x."

Tak disangka pemuda ini seorang wali, ia menjawab perkataan Syekh Abdullah yang tersimpan dihati beliau, pemuda itu berkata, "aku tau engkau mengujiku dengan makanan yang engkau berikan, DEMI ALLAH ayahku tidak pernah memberikan kepadaku rezeki dari perkara syubhat (samar samar atau tidak jelas halal haram).

Syekh Abdullah pun tersenyum, wahai pemuda, "kau bukan orang biasa, apakah hanya aku yang bisa melihatmu ... ?"

Pemuda itu berkata, "iya, hanya engkau yang bisa melihat tawafku" karena ketika aku tawaf waktu seakan-akan berhenti, orang-orang baru 1 x tawaf, sedangkan aku sudah melakukan 100 x tawaf.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ومولانا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين .

*INGATLAH ... REZEKI YANG TIDAK JELAS ASAL USULNYA YANG MASUK KEPERUT ATAU YANG KITA PAKAI, DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS IBADAH KITA, TUBUH KITA AKAN MENJADI MALAS DAN AKHLAK KITA PUN DIPASTIKAN AKAN MEROSOT.*

Share Dari Habib Ja'far Al-Hamid
..........................................................

Semoga bermanfaat ...

Friday, August 25, 2017

Proses perpanjangan SIM Surat Izin Mengemudi A

Cikarang, 26 Agustus 2017

Ini adalah pengalaman saya yang pertama memperpanjang sim a saya (untuk mobil), tapi untuk sim c, seharusnya prosesnya sama.

Ketika saya datang untuk perpanjang, bapak polisi yang terhormat meminta sim saya, dan bilang setalah melihat sim saya,  belum saatnya, perpanjangan hanya boleh maksimal 14 hari dari tanggal sim atau tanggal lahir.
Akhirnya saya coba menghitung, dan ternyata, hari dimana saya akan perpanjang dan hari matinya sim saya hanya 12 hari, jadi saya menghadap lagi, bilangin, liat pak, sudah kurang dari 14 hari lagi sim saya mati.

Dia kemudian bilang ok, fotokopi ktpnya dulu.

Saya memudiab foto kopi ktp, 4 lembar, Rp 2000 (tempat fotokopi ada, juga tempat ngopi) , dan saya menghadap lagi.
Saya kemudian disuruh periksa kesehatan.
Diruangan ini, saya menghabiskan waktu sekitar 5 (lima) menit saja (singkat). pertama kita harus bayar asuransi dulu Rp 30.000, dan kemudian Serahkan kwitansinya ke petugas yang ada. Dan bayar Rp 25000 untun poliklinimnya.  Foto kopi ktp akan diambil, dan kita diberikan kartu asuransi.
Selanjutnya di suruh ke bank untuk bayar.
Di bank (bri) ada di tkp juga, diminta memperlihatkan sim yang akan diperpanjang. Saya bayar Rp 80.000 untuk perpanjangan sim A. Wantu yang saya butuhkan untuk pepmbayaran ini juga sekitar 5 menit, tidam ada antrian.

Setelah bayar, saya ke loket 1. Di loket 1 ini sim diminta dan sim yang akan diperpanjang ini kemudian di hetter/dilekatkan pada dokumen formulir yang harus di isi. Saya butub sekitar 10-15 menit karena harus mengisi formulir.

Setelah formulir diisi, kita akan dicegat di pintu masuk, untuk memastikan formulir sudah terisi, khuausnya yag memng harus diisi ( ada yg tidak wajib diisi, seperti nomor resi, karena di pembayaran di bri, nomor resinya tidak dicantumkan).
Saya serahka. Ke loket 2 perpanjangan dan setelah itu, menunggu untuk foto.
(Tambahan informasi, loket 2 ada 2, loket 2 perpanjangan dan loket 2 buat pembuatan sim baru)

Tidak ada yg dilakjkan khisus dilomet 2 ini, karena hanya menyerahkan dokumen, jadi 2 -3 menit selesai. Juga tidak ada antrian, walaulun banyak sekali orang yang melakukan perpanjangan sim.

Selanjutnya menunggu nama kita dipanggil utuk foto. Dan ini saya menunggu sekitar 1-2 jam baru dipanggil.
Proses fotonya sendiri cepat, tapi jika pada saat dipanggil oleh tuka g fotonya belum berada di dalam ruangan, formulirnya ditutul, ditaruh belakangan...

Setelah foto, tinggal tunggu sim selesai. Saya menunggu hamlir 2 jam, baru dipanggil untuk mengambil sim yang baru sekesai.

Fyi, ada beberapa yang kalo dengar alamatnya, bukan alamat bekasi. Saya juga dengar percakapan bahwa kalo sim B1, tidak bisa di urus di bekasi...

Jadi, sederhana ya, proses perpa jangan sim.

Yang perlu dipersiapkan agar lancar:
- foto kopi ktp, siapkan aja. 4 lembar
- siapkan uang pas 30rb(asuransi), 25rb(kesehatan) dan 80rb(bank, perpanjangan sim a)
- pulpen untuk mengisi formulir